Rabu, 10 Oktober 2012

Shalat Dhuha, Tidak Sekedar Rehat

Rasulullah SAW bersabda: “Shalat Dhuha itu shalat orang yang kembali kepada Allah, setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-anak unta bangun karena panas tempat berbaringnya.” (HR Muslim) 


Peregangan sungguh mutlak diperlukan, untuk kesiapan kita menyongsong hari penuh tantangan. Dan, Rasulullah Saw. menyinggungnya dengan ungkapan santun: “hak dari setiap persendian.” Semuanya cukup dengan dua rakaat dhuha. Shalat memang memiliki kombinasi unik dari tiap gerakannya bagi tubuh. Hanya saja, waktu Dhuha yang memang unik ; waktu ketika tubuh memerlukan energi namun juga harus bersiap menghadang stress yang menerpa. 

“Setiap tulang dan persendian badan dari kamu ada sedekahnya; setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap amar ma’ruf adalah sedekah, dan setiap nahi munkar adalah sedekah. Maka, yang dapat mencukupi hal itu hanyalah dua rakaat yang dilakukannya dari Shalat Dhuha.” (HR Ahmad, Muslim, dan Abu Dawud)

Dr. Ebrahim Kazim, seorang dokter, peneliti, serta direktur dari Trinidad Islamic Academy  menyatakan gerakan teratur dari shalat menguatkan otot beserta tendonnya, sendi serta berefek luar biasa terhadap system kardiovaskular. Itulah peregangan dan persiapan untuk menghadapi tantangan, tapi bedanya dengan olah raga biasa adalah pahalanya luar biasa! 

Terlebih lagi shalat Dhuha tidak hanya berguna untuk mempersiapkan diri menghadapi hari dengan rangkaian gerakan teraturnya, tapi juga menangkal stress yang mungkin timbul dalam kegiatan sehari-hari, sesuai dengan keterangan dr. Ebrahim Kazim tentang shalat.

Ada ketegangan yang lenyap karena tubuh secara fisiologis mengelurakan zat-zat seperti enkefalin dan endorphin. Zat ini sejenis morfin,termasuk opiate. Efek keduanya juga tidak berbeda dengan opiate lainnya. Bedanya, zat ini alami, diproduksi sendiri oleh tubuh, sehingga lebih bermanfaat dan terkontrol. 
 
Rehat sejenak yuk, bersedekah dengan dhuha.. !! Sehat berpahala..

Tidur, Tidak Selamanya Menyehatkan


Semua mahluk hidup memerlukan istirahat setelah melakukan aktivitas, hal ini bertujuan untuk memperbaiki kerusakan sel jaringan hidup yang digunakan pada saat beraktivitas. Tidur mempengaruhi metabolisme tubuh dan merangsang daya asimilasi, sehingga kita tidak sehat saat tidur terlalu lama, karena tubuh kita menyerap / mengasimilasi limbah dan uap-uap kotor kembali.

Tidur tengkurap atau menelungkup tidak praktis untuk pernapasan. Banyaknya tidur pada sisi kiri badan (menghadap ke kiri) bisa menggangu kesehatan kita, karena menghimpit jantung sehingga sirkulasi darah terganggu dan mengurangi pasokan darah ke otak. Pernahkah anda mendengar riwayat Abu Ummah menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah lewat di hadapan seorang lelaki yang sedang tidur menelengkup maka beliau menyepaknya dengan kaki beliau sambil bersabda: “bangun dan duduklah! Inilah tidurnya para ahli neraka!”.



 Jangan khawatir, Rasulullah SAW sudah mengajarkannya, “Jika kau akan tidur maka berwudhulah, kemudian berbaring atas pinggang kanan..” (HR Bukhari dan Muslim). Apa rahasia dari posisi tidur dalam hadis tersebut ?

Posisi tidur terbaik menurut sains adalah pada sisi kanan tubuh (menghadap ke kanan). Fakta ini telah diuji melalui riset medis modern yang panjang untuk membuktikan kebenaran ajaran islam, sebagaimana Rasulullah SAW menganjurkan untuk tidur berbaring pada sisi bagian kanan. Pada bagian ini, posisi tidur tidak menekan jantung sehingga aliran darah lancer, sistem metabolism tubuh pun meningkat dan rasa pegal dapat dihindari.

Lalu bagaimana dengan posisi telentang ? Abdullah bin Zaid ra pernah melihat Rasullullah SAW telentang di mesjid sambil meletakkan satu kaki di atas yang lainnya (HR Bukhari dan Muslim)

Para ahli juga mendukung posisi tidur telengat dan menganggap posisi ini baik bagi peredaran darah tapi tidak seideal posisi miring ke kanan. Selain itu, kita memerlukan bantal untuk menopang seluruh kepala hingga bagian leher. Sementara pada posisi miring ke kanan, kadang cukup ditopang dengan tangan. Jika menopang kepala dengan tangan dilakukan pada posisi telentang, rongga udara mengecil akibat efek otot yang menyokong penempatan tangan di belakang kepala. Selain tidak nyaman, aliran nafas juga terganggu.

Selamat beristirahat, semoga hari esok jauh lebih dasyat.. !!

Senin, 08 Oktober 2012

Menyundul Bola, Merusak Otak ?


Anda hobi bermain bola ? Menyundul bola dalam olahraga sepak bola merupakan salah satu strattegi untuk meng-gol kan bola ke gawang. Namun berhati – hatilah, karena aktivitas menyundul bola terlalu sering berbahaya bagi otak. Hal tersebut dibuktikan melalui pemindaian otak yang dilakukan pada 32 orang pemain bola amatir. Hasilnya ditemukan pola kerusakan otak yang mirip dengan yang dialami pasien geger otak.


 
            Terlalu sering menyundul bola juga diduga menjadi pemiu kematian pemain sepak bola Inggris, Jeff Astle (59) di tahun 2009. Ia didiagnosis menderita gangguan kognitif setelah bertahun – tahun jadi pemain bola professional. Hasil pemeriksaan koroner menunjukkan kematiannya dipicu oleh penyakit degenerative pada otak akibat terlalu sering menyundul si kulit bundar.

 Meski bola sekarang ini dipakai dalam sepak bola lebih ringan dibanding bola di era tahun 1960an ketika Astle masih aktif bermain, tetapi sebenarnya masih cukup berat. Seorang pemain bola bisa berlari dalam kecepatan 56 km / jam dalam permainan biasa dan lebih cepat lagi saat bertanding professional. Namun banyan yang sangsi menyundul bola cukup kuat menyebabkan cedera otak.

Dalam riset yang dilakukan oleh dr. Michael Lipton dari Montefiero Medical Center, ia berusaha mengungkap dampak dari terlalu seringnya kepala menyundul bola. Para peneliti menggunakan pemindai otak khusus yang dirancang untuk memvisualisasika jaringan saraf dan otak. Sebanyak 32 partisipan studi ini ditanya seberapa sering mereka menyundul bola baik saat latihan ataupun bertanding. Hasilnya mereka yang paling sering menyundul bola, yakni 1.000 kali dalam setahun, memiliki tanda cedera traumatik pada otak yang lebih kentara. Ada 5 area otak yang cedera , yakni, bagian otak depan dan belakang tengkorak kepala. Ini merupakan bagian yang memproses perhatian, ingatan, fungsi eksekutif dan fungsi penglihatan.

“Dampak negative tersebut terjadi karena terlalu seringnya menyundul bola. Akibatnya adalah sel – sel otak mengalami degenerasi”, kata Lipton. Gangguan lain dari efek cedera tersebut adalah para partisipan memiliki hasil tes yang buruk dalam bidang kemampuan kognitif seperti memori verbal dan kecepatan bereraksi.

*dikutip dari majalah Cegak edisi Desember 2011 yang diterbitkan oleh RSUP M.Djamil Padang.

Menurunkan Berat Badan Tanpa Diet

Anda sedang menjalankan program diet ? Sekarang banyak metode diet yang ditawarkan, meskipun banyak mode diet yang dapat membantu menurunkan berat badan, tetapi beberapa diantaranya dianggap kurang efektif karena justru membuat Anda merasa kelaparan dan kurang asupan makanan.


Menjalankan program pelangsingan tidak berarti bahwa Anda harus mengurangi asupan makanan atau bahkan puasa makan. Jika Anda ingin langsing dengan cara yang sehat dan tidak menyakitkan, cobalah strategi berikut yang Penulis kutip dari majalah Cegak edisi Desember 2011 terbitan RSUP M. Djamil Padang :
 
  1. Lebih banyak mengunyah
Studi menunjukkan bahwa semakin lama waktu yang Anda gunakan untuk mengunyah, maka semakin sedikit jumlah kalori yang Anda konsumsi. Mengunyah lebih lama mencegah seseorang untuk makan berlebihan dengan memberikan otak lebih banyak waktu untuk menerima sinyal dari perut yang penuh. Hal ini tidak hanya bagus untuk mencerna, tetapi juga membantu dalam membatasi ukuran porsi Anda. Cobalah mengunyak makanan Anda 35 – 50 kali di mulut.

  1. Jangan lewatkan sarapan
Sepadat apa pun aktivitas Anda, sebaiknya sempatkan waktu untuk sarapan pagi. Ingat, tubuh Anda bukanlah otak. Tubuh perlu mengisi bahan bakar beberapa kali setiap harinya. Apabila Anda melewatkan sarapan, Anda akan merasa begitu lapar sehingga saat makan siang tiba, Anda cenderung makan berlebihan atau mungkin memilih jenis makanan yang tidak sehat. Melewatkan waktu sarapan dapat memperlambat proses metabolisme dalam tubuh.

  1. Berkonsentrasi pada makanan
Berapa kali Anda ditegur oleh orang tua untuk tidak berbicara, membaca, atau menonton TV saat makan ?  Teguran ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, ketika Anda makan sambil bicara atau menonton TV, otak Anda tidak akan fokus pada jumlah makanan yang Anda konsumsi dan Anda lebih cenderung untuk mengkonsumsi lebih banyak makanan.

  1. Jangan masak terlalu lama
Memasak makanan terlalu lama akan membunuh atau mengurangi jumlah nutrisi. Dan ketika Anda tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, Anda tidak akan merasa puas dan mulai mencari cemilan yang tidak sehat. Untuk mengatasai hal ini, cobalah makan lebih banyak makanan mentah seperti salad dan hindari penggunaan micro-wave.

  1. Konsumsi buah sebelum makan
Dianjurkan untuk makan buah setidaknya 30 menit sebelum makan berat. Dengan cara ini, buah akan dicerna dengan cepat. Makan buah ketika perut kosong akan membantu detoksifikasi dan memasok energy lebih banyak untuk menurunkan berat badan.

  1. Sedikit makan, tapi sering
Idealnya, Anda harus makan 5 – 6 kali per hari. Makan lebih sering baik untuk menjaga metabolism tetap bekerja pada tingkat yang lebih tinggi terus – menerus sepanjang hari. Tapi, jangan menggunakan aturan ini sebagai alasan untuk makan berlebihan.

  1. Stop makan setelah jam 8 malam
Berhenti makan setelah lewat jam 8 malam adalah cara terbaik untuk mencegah kebiasaan ngemil di tengah malam. Jika Anda merasa sulit untuk menerapkannya, cobalah untuk menegak secangkir teh atau gosok gigi Anda setelah makan malam dan alihkan pikiran Ada dari makan.

Semoga bermanfaat, diet itu tidak menyiksa !!