Rabu, 20 Juni 2012

Jangan Minum Sambil Berdiri !!


Dewasa ini, makan dan minum bukanlah kegiatan yang spesial lagi. Dahulu, orang-orang selalu makan dan minum dalam keadaan duduk untuk menghargai berkah yang diberikan sang pencipta. Namun kini, makan dan minum sambil berdiri bahkan berjalan sudah jadi hal yang lumrah. Ada beberapa adab minum yang telah dicontohkan dan sudah menjadi kebiasaan Rasullullah SAW :
  1. Meniatkan minum untuk dapat beribadah kepada Allah agar bernilai pahala.
  2. Memulai minum dengan membaca basmalah.
  3. Minum dengan tangan kanan.
  4. Tidak bernafas dan tidak meniup air minum.
  5. Mengambil nafas diluar wadah air minum sebanyak tiga kali.
  6. Larangan minum langsung dari teko/ceret.
  7. Minum dengan posisi duduk.
  8. Menutup bejana air pada malam hari.
  9. Puas dengan minuman yang ada dan tidak mencelanya.
Telah diketahui bahwa rasul melarang kita minum sambil berdiri, bahkan orang tuapun terkadang melarang kita untuk minum dan makan sambil berdiri. Mungkin kedengarannya seperti nasihat biasa saja dan bahkan sering kali kita meremehkannya, akan tetapi hal kecil tersebut ada benarnya dan dapat dibuktikan dari segi agama maupun dari segi kesehatan.

Dari segi agama telah terbukti bahwa sabda Nabi dari Abu Hurairah, ”Jangan kalian minum sambil berdiri ! Apabila kalian lupa, maka hendaknya ia muntahkan!” (HR. Muslim). Lalu dari Anas dan Qatadah RA, dari Rasulullah SAW : Sesungguhnya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri”. Qotadah berkata:”Bagaimana dengan makan?” beliau menjawab: “Itu lebih buruk lagi” (HR. Muslim dan Turmidzi).

Kebiasaan Nabi tersebut ternyata terbukti dari segi kesehatan yang telah diteliti oleh para ahli medis. Jika kita minum sambil berdiri maka tidak dapat memberikan kesegaran tubuh secara optimal, karena air yang kita minum akan cepat turun ke organ tubuh bagian bawah. Sedangkan air yang dikonsumsi harus ditampung dulu di dalam lambung, kemudian air minum disaring oleh sfinger. Tahukah kamu dengan Sfingter ? Ia merupakan struktur berotot yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup, dan hanya terbuka apabila kita minum dalam keadaan duduk. Seharusnya setiap air yang kita minum akan disalurkan pada bagian-bagian penyaringan yang berada di ginjal, akan tetapi jikalau kita minum sambil berdiri, air yang kita minum tanpa disaring lagi akan menuju kandung kemih kemudian akan menyebabkan pengendapan disaluran kencing.

Dr. Ibrahim Al-Rawi melihat bahwa manusia pada saat berdiri, ia dalam keadaan tegang, organ keseimbangan dalam pusat saraf sedang bekerja keras, supaya mampumempertahankan semua otot pada tubuhnya, sehingga bisa berdiri stabil dan dengansempurna. Ini merupakan kerja yang sangat teliti yang melibatkan semua susunan syaraf dan otot secara bersamaan, yang menjadikan manusia tidak bisa mencapai
ketenangan yang merupakan syarat tepenting pada saat makan dan minum. Ketenangan ini bisa dihasilkan pada saat duduk, dimana syaraf berada dalam keadaan tenang dan tidak tegang, sehingga sistem pencernaan dalam keadaan siap untuk menerima makanan dan minum dengan cara cepat.

Dr. Al-rawi menekankan bahwa makanan dan minuman yang disantap pada saat berdiri, bisa berdampak pada refleksi saraf  yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus.

*disadur dari Qiblati edisi ke-04, smoga bermanfa'at..

Rabu, 13 Juni 2012

Sayembara Menulis Kisah Dokter Internship

SAYEMBARA MENULIS KISAH NYATA INSPIRATIF DOKTER INTERNSHIP

Me is “I”, behind the scene of internship life

Internship, sebuah perjalanan dari jejak langkah seorang dokter tamatan program PBL. Banyak kisah yang mesti dikenang dan dikisahkan kembali. Keberagaman kisah perjalanan dokter internship layak untuk didokumentasikan menjadi sebuah buku.. Tuliskan kisah nyata yang Sejawat alami, mulai dari penempatan wahana, gaji, gawat darurat, etika, humoris, pengalaman menegangkan, komunikasi dan berbagai kasus yang dialami serta bisa menginspirasi pembaca. Internship bukanlah dokter muda plus tapi sebuah wahana untuk memantapkan skill dan kompetensi kita..


Ketentuan Sayembara :

1.    Dokter lulusan FK UNAND yang telah / sedang menjalani program internship
2.    Kisah nyata yang tidak mengandung SARA, menginspirasi dan berhikmah
3.    Menggunakan bahasa yang ringan dan komunikatif
4.    Tulisan diketik dengan kertas A4, huruf Times New Roman, ukuran 12, spasi 1,5, jumlah 5-8 halaman.
5.    Sayembara ditutup tanggal 17 Agustus 2012
6.    Tulisan dikirim menyertakan biodata minimal : nama, tempat/tgl lahir, angkatan, wahana internship, no.HP, email
7.    Dikirim ke : alfarizie_andalas@yahoo.co.id, cc  : naenda_stasya@yahoo.com  , informasi hubungi : dr. Poby 081374408211 atau dr. Naenda 085274743509
8.    20 karya terbaik akan diterbitkan dalam buku : Me is “I” – behind the scene of internship life.

Catatan :

1. Buku direncanakan dilauching pada Oktober - November 2012
2. Testimonial nantinya akan diperoleh dari Salim A.Fillah (penulis best seller "Dalam Dekapan Ukhuwah" dll), dr.Egha Zainur (penulis best seller "Super Health), dr. Sugito Wonodirekso MS, Ridwansyah Yusuf Achmad ST (penulis best seller pergerakan kampus), Dekan FK Unand, Kepala Dinkes Sumbar, Direktur RSUD Wahana Internship dan Penamping Program Internship.

Ayo, ikuti sayembara ini !! buku perdana tentang kehidupan internship, dan jadilah inspirator bagi anak negeri ini.

Salam Inspirasi,
Poby – Nae

Tanah Mensucikan Najis Dari Anjing ?


Apa yang kita lakukan jika sebuah wadah terkena jilatan anjing ? Masyarakat di kampung langsung membasuhnya tujuh kali dan salah satunya dengan tanah. Ternyata fakta ilmiah menegaskan kalau tanah menjadi bahan yang paling efektif untuk menetralkan mikroba. Secara ilmiah, tanah mengandung materi tetracycline dan tetarolite. Dua unsur ini digunakan untuk proses pembasmian (sterilisasi) beberapa kuman. Sebagaimana diketahui, semakin kecil ukuran mikroba, ia akan semakin efektif untuk menempel dan melekat pada dinding sebuah wadah. Air liur anjing yang mengandung virus berbentuk pita cair. Dalam hal ini, tanah berperan sebagai penyerap mikroba yang menempel dengan lembut pada wadah.


Gak yakin ? Beberapa dokter peneliti memperkirakan bahwa tanah kuburan mengandung kuman tertentu yang berasal dari mayat. Pada akhirnya eksprerimen mereka menjelaskan bahwa tanah merupakan unsur yang efektif dalam membunuh kuman. Jika tidak, tentu kuman akan berkembang dan menyebar.
Para dokter hewan mengungkapkan bahwa cairan yang dikeluakan tubuh anjing mengandung “tocks characins”. Virus ini dapat mengakibatkan kaburnya penglihatan dan kebutaan pada manusia. Sebuah penelitian terhadap 60 ekor anjing, dr. Ian Royt, seorang dokter hewan di London menyimpulkan bahwa ¼ binatang membawa telur ulat di cairan yang keluar dari tubuhnya. Ia menemukan 180 sel telur ulat dalam satu gram bulunya. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan yang ditemukan di lapisan unsur tanah. Seperempat lainnya membawa 71 sel telur yang mengandung jentik kuman yang tumbuh berkembang. Ia akan berpindah dengan mudah saat bersentuhan dengan anjing atau mencandainya. Ia akan terus tumbuh berkembang dengan pesat pada bagian yang terletak di belakang mata. Sebagai langkah antisipasi, para dokter menganjurkan untuk membasuh kedua tangan dengan baik, sebelum makan dan setelah bermain dengan anjing.
Kita mesti tahu bahwa lebih dari 1400 tahun yang lalu Rasulullah SAW telah menyarankan untuk tidak bersentuhan dengan anjing dan air liurnya. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw bersabda, “Sucinya wadah seseorang saat dijilat anjing adalah dengan membasuhnya tujuh kali, salah satunya dengan menggunakan tanah.”Diriwayatkan juga dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw bersabda, ‘Apabila anjing menjilat wadah seseorang, maka keriklah (bekasnya) lalu basuhlah wadah itu tujuh kali,”(HR Muslim).
 Secara ilmiah, menurut dr, Abd Al-Hamid Mahmud Thahmaz,  anjing dapat menularkan berbagai macam penyakit yang membahayakan. Karena, ada ulat-ulat yang tumbuh berkembang biak di dalam ususnya. Ulat itu mengeluarkan telurnya bersamaan dengan keluarnya kotoran anjing. Ketika anjing menjilati pantatnya, maka telur ulat akan berpindah padanya. Kemudian dari jilatan anjing inilah, telur ulat itu akan berpindah pada wadah, piring, dan tangan para pemiliknya. Dengan demikian, penyakit menular berarti dapat berpindah dari anjing kepada manusia..

Lalat, Binatang Ajaib Yang Menjijikkan..


Pembaca yang budiman, apa yang ada lakukan jika minuman Anda dihinggapi lalat ? mubazir jika harus membuangnya. Celupkan seluruh tubuh lalat tersebut, buang lalatnya dan kemunian Anda bisa menikmati minuman kembali. Lho kok bisa ?


Pernahkah Anda mendengar hadist Rasulullah SAW, “Apabila seekor lalat masuk ke dalam minuman salah seorang kalian, maka celupkanlah ia, kemudian angkat dan buanglah lalatnya sebab pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap lainnya ada obatnya  (HR. Bukhari, Ibn Majah, dan Ahmad)

 Dalam riwayat lain, sang Nabi menegaskan :“Sungguh pada salah satu sayap lalat ada racun dan pada sayap lainnya obat, maka apabila ia mengenai makananmu maka perhatikanlah lalat itu ketika hinggap di makananmu, sebab ia mendahulukan racunnya dan mengakhirkan obatnya” (HR. Ahmad, Ibn Majah)

 Luar biasa bukan ? Percobaan ilmiah kontemporer pun telah dilakukan untuk mengungkapkan rahasia di balik hadits ini. Bahwasanya ada kekhususan pada salah salah satu sayap lalat yang sekaligus menjadi penawar atau obat terhadap bakteri yang berada pada sayap lainnya. Oleh karena itu, apabila seekor lalat dicelupkan ke dalam air keseluruhan badannya, maka bakteri yang ada padanya akan mati, dan hal ini cukup untuk menggagalkan “usaha lalat” dalam meracuni manusia. Lalat memang memproduksi zat sejenis enzim yang sangat kecil yang dinamakan Bakter Yofaj, yaitu tempat tubuhnya bakteri yang menjadi tumbuhnya bakteri pembunuh dan bakteri penyembuh yang ukurannya sekitar 20 : 25 mili mikron. Maka jika seekor lalat mengenai makanan atau minuman, maka mestilah dicelupkan keseluruhan badannya agar keluar zat penawar bakteri. 

Dr.Amin Ridha, Dosen Penyakit Tulang di Jurusan Kedokteran Univ. Iskandariyah, telah melakukan penelitian tentang “hadits lalat ini” bahwa di dalam rujukan kedokteran masa silam ada penjelasan tentang berbagai penyakit yang disebabkan oleh lalat. Sedangkan di zaman sekarang, para pakar penyakit yang mereka hidup berpuluh-puluh tahun, baru bisa mengungkap rahasia ini. Sebuah kebenaran Islam yang tidak terbantahkan, ada kesesuaian fakta ilmiah dengan hadirs Rasulullah SAW. Barang siapa yang tidak yakin dengan hadist ini, tentu akan merasa jijik meminum air yang telah dicelupkan lalat kedalamnya

Rabu, 18 April 2012

Berbekam, Sehat Ala Nabi



Berbekam yuk, istilah ini tentu tak asing lagi bagi Anda karena salah satu pengobatan sejak zaman Nabi ini telah memasyarakat. Teknik pengobatan ini dilakukan dengan jalan membuang darah kotor (racun yang berbahaya) dari dalam tubuh melalui permukaan kulit. Anjuran berbekam telah disampaikan Rasulullah SAW  : "Kesembuhan (obat) itu ada pada tiga hal: dengan minum madu, pisau hijamah (bekam), dan dengan besi panas. Dan aku melarang ummatku dengan besi panas." (Hadist Bukhari) 

Bekam merupakan proses detoksifikasi terbaik yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW dikarenakan bekam hanya mengeluarkan darah yang sudah tidak diperlukan lagi oleh tubuh dan berpotensi untuk menimbulkan penyakit. Darah kotor tersebut haruslah dikeluarkan karena sifatnya mengganggu sirkulasi darah, nutrisi, dan oksigen didalam darah.

Nabi Muhammad SAW memilih berbekam pada daerah tengkuk karena paling dekat dengan jantung. Sebaiknya berbekam dilakukan pada pertengahan bulan, karena darah kotor berhimpun dan lebih terangsang sebagaimana Anas bin Malik r.a. menceritakan bahwa : "Rasulullah SAW biasa melakukan hijamah pada pelipis dan pundaknya. Beliau melakukannya pada hari ketujuhbelas, kesembilanbelas atau keduapuluhsatu." (HR.Ahmad). 

Jikalau Anda berbekam, ada banyak manfaat yang dirasakan, diantaranya:
1.       Mengeluarkan angin, toksin,kolesterol dan zat yang berbahaya dalam tubuh.
2.       Memulihkan fungsi tubuh menjadi lebih baik.
3.       Meningkatkan kecerdasan.
4.       Meningkatkan kekebalan tubuh.
5.       Menajamkan penglihatan dan lainnya.

Berbekam dari sudut pandang ilmu kedokteran modren

Muhammad Amin Syaikh, seorang ilmuwan Damaskus telah memuat dalam artikelnya bahwa mekanisme kesembuhan yang diperoleh dari praktik bekam yaitu : tubuh dibersihkan dari darah rusak yang menghambat berjalannya fungsi-fungsi dan tugas-tugas tubuh secara sempurna, sehingga tubuh menjadi mangsa empuk bagi berbagai penyakit.

Sebuah tim laboratorium telah meneliti darah yang keluar dari titik-titik bekam (yaitu dari tengkuk) secara laboratoris dan mengkomparasikannya dengan darah pembuluh biasa pada sejumlah besar orang yang telah dibekam berdasarkan prinsip bekam yang benar. Berdasarkan penelitian itu, diperoleh kesimpulan :

1. Bahwa darah bekam mengandung sepersepuluh kadar sel darah putih (lekosit) yang ada di dalam darah biasa. Fakta ini menunjukkan bahwa terapi bekam tetap melindungi dan sekaligus menguatkan unsur-unsur sistem kekebalan.

2. Eritrosit (sel darah merah), semua sel darah merah memiliki bentuk yang aneh, artinya sel-sel ter-sebut tidak mampu melakukan aktivitas, di samping juga menghambat sel-sel lain yang masih muda dan aktif. Ini menunjukkan bahwa proses bekam membuang sel-sel darah merah yang rusak dan darah yang tidak dibutuhkan lagi, seraya tetap mempertahankan sel-sel darah putih di dalam tubuh. Sedangkan fashd menyebabkan hilangnya komposisi darah yang bermanfaat bersama sel-sel darah merah yang hendak dibersihkan.

3. Kapasitas ikatan zat besi dalam darah bekam tinggi sekali (550-1.100), satu hal yang menunjukkan bahwa bekam mempertahankan zat besi yang ada di dalam tubuh tidak ikut keluar bersama darah yang dikeluarkan dengan bekam sebagai awal penggunaan zat besi tersebut dalam pemben-tukan sel-sel muda yang baru.

4. Kandungan sel darah merah maupun sel darah putih dalam darah bekam tinggi sekali. Ini menunjukkan bahwa proses bekam berhasil mengeluarkan semua kotoran, sisa, dan endapan darah sehingga mendorong kembali aktifnya seluruh sistem dan organ tubuh.

Selasa, 03 April 2012

Makan Pake Tangan, Lebih Sehat ?

Anda pernah melihat orang makan dengan tangan lalu menjilatinya ? Tahukah Anda jika itu lebih sehat ? Rasulullah SAW bersabda, "Apabila salah seorang kamu makan makanan, janganlah dia mengelap tangannya hingga menjilatinya atau meminta orang menjilatinya. Dan janganlah dia mengangkat piringnya hingga menjilatinya atau meminta orang untuk menjilatinya., karena pada makanan terakhir terdapat barakah." (HR. Bukhari)

Menurut artikel yang diterbitkan dalam paparetta.wordpress.com pada Oktober 2010 lalu, makan menggunakan tangan terbukti lebih menyehatkan karena dalam tangan terdapat enzim RNAse yang dapat mengikat bakteri sehingga tingkat aktivitasnya sangat rendah ketika masuk bersama makanan ke saluran pencernaan tubuh.

Pada dasarnya, tujuan utama enzim RNAse ini digunakan dalam analisis genetik, dengan tujuan mendegradasi RNA, sehingga yang tinggal dari sebuah sel hidup adalah DNA-nya. Saya yakin keterangan yang lebih tepat bisa dijelaskan oleh rekan-rekan dari kedokteran. Enzim ini selalu terkandung dalam jari-jari dan telapak tangan manusia, sehingga –dengan asumsi sudah dilakukan upaya menghigieniskan tangan sebelumnya– proses penyuapan makanan ke dalam saluran pencernaan akan mengikutkan enzim yang bisa mengikat sel bakteri sehingga aktivitasnya tidak maksimal. Begitu makanan masuk ke saluran pencernaan, maka enzim ini akan ikut mengikat pergerakan bakteri hingga ke saluran pembuangan.

Sebaliknya, jika manusia makan menggunakan (misalnya) sendok, tidak ada yang bisa menahan laju aktivitas bakteri yang terkandung, baik di makanan atau alat makan itu sendiri.

Alkisah, seorang raja melayu sempat diprotes oleh tamu yang lain dalam acara jamuan makan malam kerajaan. Ia begitu eksentrik karena saat para raja lain makan dengan elegan menggunakan sendok dan perangkat lain, ia dengan santai membasuh bersih tangannya sendiri lalu makan menggunakan telapak tangan dan jari-jarinya itu. Saat ditanya serius, ia menjawab dengan 3 alasan mengapa ia lebih mempercayai tangannya daripada sendok. Ia pun berkata : “Pertama; Saya yakin tangan saya lebih bersih daripada sendok dan garpu karena saya sendirilah yang membasuhnya, bukan orang lain. Sendok- garpu yang dibasuh orang lain belum tentu bersih. Kedua; saya yakin tangan saya lebih bersih karena hanya saya seorang yang menggunakannya, tidak pernah dipinjam orang lain. Sedangkan sendok itu sudah dipakai oleh orang yang berbeda-beda. Ketiga; saya percaya tangan saya lebih bersih karena tak pernah jatuh dari tempatnya setelah dicuci.


Bagaimanapun, salah satu penelitian yang dilakukan oleh Dr Charles Gerba dari University of Arizona , mengatakan bahwa kita tidak mungkin menghalangi kuman dan bakteri masuk ke dalam lingkungan kita. Namun kita bisa memerangi kuman dengan cara mencuci tangan setiap sebelum dan selesai beraktivitas. Cairan pembersih masih dianjurkan karena fungsinya adalah menghancurkan membran sel bakteri sehingga aktivitasnya nyaris terhenti. Lagipula, tubuh sudah memiliki sistem kekebalan sendiri yang bisa dioptimalkan dengan berbagai cara..

Rabu, 25 Januari 2012

Sebening Niat Calon Dokter

Setiap tahun pada proses penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi, jurusan pendidikan dokter menjadi incaran para siswa. Nilai ambang lulusnya pun paling tinggi. Banyaknya peminat mmendorong menculnya fakultas kedokteran swasta atau jalur tambahan di fakultas kedokteran negeri dengan bayaran lumayan besar. Muncul pertanyaan, kenapa banyak yang ingin jadi dokter? Kenapa banyak orangtua ingin anaknya jadi dokter?

Jika tanya pada mahasiswa baru kedokteran, jawaban klasiknya, ”ingin menolong orang yang dalam kesusahan.” Sebuah jawaban tulus dari nurani yang belum terkontaminasi hiruk pikuk dunia yang berpenyakit ini. Demikian juga orangtua, jawabannya ingin anaknya bekerja pada bidang yang penuh pahala, menolong orang yang dalam kesusahan. Sungguh sebuah cita-cita mulia. Namun kenyataannya, setelah menjadi dokter, banyak halangan yang menghambat untuk tetap istiqamah pada tujuan itu.

Dalam sebuah diskusi dengan seorang teman, beliau berkata: lama kita sekolah, ternyata ujungnya hanyalah untuk mencari uang. Bagaikan mutiara yang terkubur lumpur, niat menjadi penyambung tangan Allah untuk bisa membantu pasien mencapai kesembuhan telah terbuang jauh entah kemana. Niat itu larut dalam berbagai kecintaan dunia. Cita-cita luhur telah hilang tatkala jas putih resmi jadi pakaian sehari-hari. Jika begitu, pantaskah simbol putih sebagai lambang kebersihan hati putih berubah menjadi simbol kain kafan pertanda matinya nurani pemakainya?

Apa yang salah? Jawabannya, cinta berlebihan kepada dunia. Cara pandang materialsitis menjadi penghalang utama tetap bertahannya nurani sang dokter. Di sisi lain, masyarakat juga memberikan nilai ganda kalau dokter berhasil itu bergelimang harta. Jika tidak memiliki pijakan kuat agama, tentu akan goyah dengan simbol duniawi tersebut. Pengobatan mungkin jadi mahal atau malah muncul tindakan di luar indikasi medis. Kalau sudah begini, biasanya masyarakat memberikan standar kedua, ”dokter telah kehilangan  nurani”. Pandangan materialistis menandakan hal-hal bersifat duniawi jadi kiblat masyarakat. Kalau dokter tetap ingin pada jalurnya, masyarakat juga harus memperkuat keyakinan dan mengubah pandangan hidup. Yakni, jadikanlah kehidupan sederhana dan bersahaja sebagai nilai tertinggi dalam tata nilai hidup kita.

Sungguh indah di mata manusia perhiasan dunia. Sudah lumrah ketika bertemu kawan lama semasa sekolah, topik hangat pembicaraan berapa banyak pasien sekarang, berapa jumlah operasi bulanan. Yang paling banyak pasien dinilai paling baik dan paling tinggi maqamnya. Bukankah ini sama dengan menyatakan bahwa yang banyak uang itulah yang terbaik. Biasanya pembicaraan sambung menyambung dengan kebanggaan-kebanggan lain, seperti anak, kendaraan, hobi. Perhiasan-perhiasan duniawi itu menjauhkan kita dari Allah SWT.

Surat At Takasur 1-8 ( artinya) : ”dan bermegah-megahan telah melalaikan kamu kepada Allah, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan jangalah begitu kelak kamu akan mengetahui, janganlah begitu jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka jahim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan Ainul Yaqin. Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan ( yang kamu bermegah-megahan didunia itu).”

Maka wahai para pejalan dan pencari kebahagiaan hakiki, bukankah indahnya dunia hanya sebelum dimiliki? Keindahan hakiki adalah hati yang selalu diselimuti kasih sayang Allah. Tundukkan kepala dan lihat ke dalam, auskultasilah kalbu kita dengan stetoskop makrifat, apa yang ada di dalam kalbu itu. Periksalah saat shalat, apakah kita masih membuat resep saat shalat, atau malah mendiagnosis penyakit saat shalat atau malah selesai satu tindakan operasi saat shalat. Kalau seperti itu, maka kiblat hati itulah yang kita sembah.

Hilangnya ikatan hati dengan Allah dalam praktik kedokteran akan jadi pintu awal  kerusakan dunia medis ini. Dokter sang penyembuh yang sedang perlu topangan penyembuhan karena hatinya sedang sakit dan terancam kematian (kebutaan). Ingatlah, barang siapa yang buta di dunia, maka akan dibangkitkan di akhirat dalam keadaan buta pula. Dan barangsiapa di dunia ini buta hatinya, maka di akhirat nanti juga akan buta, dan lebih sesat lagi jalannya (QS. Al Israa: 72).

Sesungguhnya ilmu kedokteran itu bagian dari ilmu yang datang dari Allah SWT, maka wajiblah ia mendekatkan diri kepada Allah. Jika tidak begitu, maka ilmu ini tidak lebih dari ilmu untuk mencari makan (ilmu untuk memproduksi ATP/kalori). Kalau kita bisa mengkaji ilmu kedokteran dengan hati, tentunya akan berbuah suatu pemahaman yang sempurna tentang diri. Ingatlah, barang siapa yang kenal akan dirinya maka akan kenal akan tuhannya.

Pemahaman diri bagi para dokter yang mempelajari seluk beluk ilmu tubuh sebagai komponen jasad, komponen somatik atau diri yang terlihat oleh mata baik dengan mata telanjang atau bantuan mikroskop paling canggih sekalipun, tinggal kita mengenal komponen yang tidak tampak yaitu: hati, ruh dan nurani. Ketika kita sudah mengenal komponen tesebut, tentunya pemahaman tentang diri menjadi pengenalan yang tidak ada celahnya. Sehingga, diharapkan akan bermuara pada pengenalan akan Allah SWT. Kajian sang dokter yang mengkaji diri dari satu sel hingga zat Allah SWT. Dengan pendekatan ini, maka hati akan kembali hidup. Dengan demikian, diharapkan niat menyembuhkan hamba yang lagi sakit akan selalu terjaga, rasa ikhlas yang lahir dari hati yang larut dalam makrifatullah. Insya Allah..

*dikutip dari tulisan dr. Etriyel (Staf Pengajar Bagian Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Unand) yang dimuat di Padang Ekspres pd Rabu, 25 Januari 2012