Jumat, 07 Februari 2014

Nyamuk : Pemakan Darah ?



Dalam Alqur ' an , Allah seringkali menyeru manusia untuk mempelajari alam dan menyaksikan " ayat - ayat " yang ada padanya . Semua makhluk hidup dan tak hidup di jagat raya ini dipenuhi " ayat " yang menunjukkan bahwa alam semesta seisinya telah diciptakan . Di samping itu alam ini adalah pencerminan dari ke - Mahakuasaan , Ilmu dan Kreasi Penciptanya . Adalah wajib bagi manusia untuk memahami ayat - ayat ini melalui akalnya , sehingga ia pun pada akhirnya menjadi hamba yang tunduk patuh di hadapan Alla h .
Kendatipun semua makhluk hidup adalah ayat Allah , uniknya ada sejumlah binatang yang secara khusus disebut dalam Alqur ' an . Satu diantaranya adalah nyamuk :
Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu . Adapun orang - orang yang beriman , maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Rabb mereka , tetapi mereka yang kafir mengatakan : " Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan ?" Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah , dan dengan perumpamaan itu ( pula ) banyak orang yang diberi - Nya petunjuk . Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang - orang yang fasik ( QS . Al - Baqarah , 2 : 26 ).
Mungkin banyak di antara kita yang menganggap nyamuk sebagai serangga yang biasa saja , atau bahkan menjengkelkan karena suka mengganggu orang tidur . Akan tetapi pernyataan : " Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu " semestinya mendorong kita untuk memikirkan keajaiban binatang yang satu ini .


Pemakan Madu Bunga
Anggapan banyak orang bahwa nyamuk adalah penghisap dan pemakan darah tidaklah sepenuhnya benar . Hanya nyamuk betina yang menghisap darah dan bukan yang jantan . Di samping itu , nyamuk betina menghisap darah bukan untuk kebutuhan makan mereka . Sebab baik nyamuk jantan maupun betina , keduanya hidup dengan memakan " nectar ", yakni cairan manis yang disekresikan oleh bunga tanaman ( sari madu bunga ). Satu - satunya alasan mengapa nyamuk betina , dan bukan jantan , menghisap darah adalah karena darah mengandung protein yang dibutuhkan untuk perkembangan dan pertumbuhan telur nyamuk . Dengan kata lain , nyamuk betina menghisap darah untuk mempertahankan kelangsungan hidup spesiesnya .

Perubahan Warna
Proses perkembangan nyamuk merupakan peristiwa yang paling menakjubkan . Di bawah ini uraian singkat tentang metamorfosis nyamuk dimulai dari larva mungil melalui sejumlah fase perkembangan yang berbeda hingga pada akhirnya menjadi nyamuk dewasa .
Nyamuk betina menaruh telurnya , yang diberi makan berupa darah agar dapat tumbuh dan berkembang , pada dedaunan lembab atau kolam - kolam yang tak berair di musim panas atau gugur . Sebelumnya , nyamuk betina ini menjelajahi wilayah yang ada dengan sangat teliti menggunakan reseptornya yang sangat peka yang terletak pada perutnya . Setelah menemukan tempat yang cocok , nyamuk mulai meletakkan telur - telurnya . Telur yang panjangnya kurang dari 1 mm ini diletakkan secara teratur hingga membentuk sebuah barisan teratur . Beberapa spesies nyamuk meletakkan telur - telurnya sedemikian hingga berbentuk seperti sebuah sampan . Beberapa koloni telur ini ada yang terdiri dari 300 buah telur .
Telur yang berwarna putih ini kemudian berubah warna menjadi semakin gelap , dan dalam beberapa jam menjadi hitam legam . Warna gelap ini berfungsi untuk melindungi telur - telur tersebut agar tidak terlihat oleh serangga maupun burung pemangsa . Sejumlah larva - larva yang lain juga berubah warna , menyesuaikan dengan warna tempat di mana mereka berada , hal ini berfungsi sebagai kamuflase agar tidak mudah terlihat oleh pemangsa .
Larva ini berubah warna melalui berbagai proses kimia yang terjadi pada tubuhnya . Tidak diragukan lagi bahwa telur , larva maupun nyamuk betina bukanlah yang menciptakan sendiri ataupun mengendalikan berbagai proses kimia yang mengakibatkan perubahan warna tersebut seiring dengan perjalanan metamorfosis nyamuk . Mustahil pula jika sistem yang kompleks ini terjadi dengan sendirinya . Kesimpulannya adalah nyamuk telah diciptakan secara lengkap beserta dengan sistem perkembangbiakannya sejak pertama kali ia ada . Dan Pencipta yang Maha Sempurna ini adalah Allah .

Hidup Sebagai Larva
Ketika periode inkubasi telur telah berlalu , para larva lalu keluar dari telur - telur mereka dalam waktu yang hampir bersamaan . Larva ( jentik nyamuk ) yang makan terus - menerus ini tumbuh sangat cepat hingga pada akhirnya kulit pembungkus tubuhnya menjadi sangat ketat dan sempit . Hal ini tidak memungkinkan tubuhnya untuk tumbuh membesar lagi . Ini pertanda bahwa mereka harus mengganti kulit . Pada tahap ini , kulit yang keras dan rapuh ini dengan mudah pecah dan mengelupas . Para larva tersebut mengalami dua kali pergantian kulit sebelum menyelesaikan periode hidup mereka sebagai larva .
Jentik nyamuk mendapatkan makanan dengan cara yang menakjubkan . Mereka membuat pusaran air kecil dalam air dengan menggunakan bagian ujung dari tubuh mereka yang ditumbuhi bulu sehingga mirip kipas . Kisaran air tersebut menyebabkan bakteri dan mikro - organisme lainnya tersedot dan masuk ke dalam mulut larva nyamuk . Proses pernapasan jentik nyamuk , yang posisinya terbalik di bawah permukaan air , terjadi melalui sebuah pipa udara yang mirip dengan " snorkel " ( pipa saluran pernapasan ) yang biasa digunakan oleh para penyelam . Tubuh jentik mengeluarkan cairan yang kental yang mampu mencegah air untuk memasuki lubang tempat berlangsungnya pernapasan . Sungguh , sistem pernapasan yang canggih ini tidak mungkin dibuat oleh jentik itu sendiri . Ini tidak lain adalah bukti ke - Mahakuasaan Allah dan kasih sayang - Nya pada makhluk yang mungil ini , agar dapat bernapas dengan mudah .

Saat Meninggalkan Kepompong
Pada tahap larva ( jentik ), terjadi pergantian kulit sekali lagi . Pada tahap ini , larva tersebut berpindah menuju bagian akhir dari perkembangan mereka yakni tahap kepompong ( pupal stage ). Ketika kulit kepompong terasa sudah sempit dan ketat , ini pertanda bagi larva untuk keluar dari kepompongnya .
Selama masa perubahan terakhir ini , larva nyamuk menghadapi tantangan yang membahayakan jiwanya , yakni masuknya air yang dapat menyumbat saluran pernapasan . Hal ini dikarenakan lubang pernapasannya , yang dihubungkan dengan pipa udara dan menyembul di atas permukaan air , akan segera ditutup . Jadi sejak penutupan ini , dan seterusnya , pernapasan tidak lagi melalui lubang tersebut , akan tetapi melalui dua pipa yang baru terbentuk di bagian depan nyamuk muda . Tidak mengherankan jika dua pipa ini muncul ke permukaan air sebelum pergantian kulit terjadi ( yakni sebelum nyamuk keluar meninggalkan kepompong ). Nyamuk yang berada dalam kepompong kini telah menjadi dewasa dan siap untuk keluar dan terbang . Binatang ini telah dilengkapi dengan seluruh organ dan organelnya seperti antena , kaki , dada , sayap , abdomen dan matanya yang besar .
Kemunculan nyamuk dari kepompong diawali dengan robeknya kulit kepompong di bagian atas . Resiko terbesar pada tahap ini adalah masuknya air ke dalam kepompong . Untungnya , bagian atas kepompong yang sobek tersebut dilapisi oleh cairan kental khusus yang berfungsi melindungi kepala nyamuk yang baru " lahir " ini dari bersinggungan dengan air . Masa - masa ini sangatlah kritis . Sebab tiupan angin yang sangat lembut sekalipun dapat berakibatkan kematian jika nyamuk muda tersebut jatuh ke dalam air . Nyamuk muda ini harus keluar dari kepompongnya dan memanjat ke atas permukaan air dengan kaki - kakinya sekedar menyentuh permukaan air .
Begitulah , seringkali hati kita tertutupi dari memahami kebesaran Allah pada makhluknya yang tampak kecil dan tak berarti . Kalau nyamuk yang kecil ternyata menyimpan keajaiban ciptaan Allah yang begitu besar , bagaimana dengan makhluk - Nya yang lebih besar dan lebih sering kita saksikan dalam kehidupan sehari - hari ? Wallaahu a ' lam .
Diterjemahkan dari “ For Men of Understanding ”

Senin, 30 Desember 2013

Cairan Ajaib : Air Susu Ibu



Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (QS. Luqman, 31:14)

Air susu ibu (ASI) merupakan sebuah cairan ciptaan Allah untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi dan melindunginya dalam melawan kemungkinan serangan penyakit. Keseimbangan zat gizi dalam ASI berada pada tingkat terbaik dan air susunya memiliki bentuk paling baik bagi tubuh bayi yang masih muda. Pada saat yang sama, kandungan ASI dapat mempercepat pertumbuhan sel-sel otak dan perkembangan sistem saraf.


Penelitian menunjukkan, bayi yang diberi ASI secara khusus terlindung dari serangan penyakit sistem pernapasan dan pencernaan. Hal itu disebabkan zat-zat kekebalan tubuh di dalam ASI memberikan perlindungan langsung untuk melawan serangan penyakit. Sifat lain dari ASI yang juga memberikan perlindungan terhadap penyakit adalah penyediaan lingkungan yang ramah bagi bakteri ”menguntungkan” yang disebut ”flora normal”. Keberadaan bakteri ini menghambat perkembangan bakteri, virus dan parasit berbahaya. Tambahan lagi, telah dibuktikan pula bahwa terdapat unsur-unsur di dalam ASI yang dapat membentuk sistem kekebalan melawan penyakit-penyakit menular dan membantunya agar bekerja dengan benar. 

Karena telah diramu secara istimewa, ASI merupakan makanan yang paling mudah dicerna bayi. Meskipun sangat kaya akan zat gizi, ASI sangat mudah dicerna sistem pencernaan bayi yang masih rentan. Karena itulah bayi mengeluarkan lebih sedikit energi dalam mencerna ASI, sehingga ia dapat menggunakan energi selebihnya untuk kegiatan tubuh lainnya, pertumbuhan dan perkembahan organ.

ASI pada Ibu yang memiliki bayi prematur mengandung lebih banyak zat lemak, protein, natrium, klorida, dan besi untuk memenuhi kebutuhan bayi. Bahkan telah dibuktikan bahwa fungsi mata bayi berkembang lebih baik pada bayi-bayi prematur yang diberi ASI dan mereka memperlihatkan kecakapan yang lebih baik dalam tes kecerdasan. Selain itu, mereka juga mempunyai banyak sekali kelebihan lainnya.
Salah satu hal yang menyebabkan ASI sangat dibutuhkan bagi perkembangan bayi yang baru lahir adalah kandungan minyak omega-3 asam linoleat alfa. Selain sebagai zat penting bagi otak dan retina manusia, minyak tersebut juga sangat penting bagi bayi yang baru lahir. Omega-3 secara khusus sangat penting selama masa kehamilan dan pada tahap-tahap awal usia bayi yang dengannya otak dan sarafnya berkembang secara nomal. Para ilmuwan secara khusus menekankan pentingnya ASI sebagai penyedia alami dan sempurna dari omega-3. 

Selanjutnya, penelitian yang dilakukan para ilmuwan Universitas Bristol mengungkap bahwa di antara manfaat ASI jangka panjang adalah dampak baiknya terhadap tekanan darah,  tentunya ini dapat menurukan bahaya serangan jantung. Kelompok peneliti tersebut menyimpulkan bahwa perlindungan yang diberikan ASI disebabkan oleh kandungan zat gizinya. Menurut hasil penelitian itu, keberadaan asam-asam lemak tak jenuh berantai panjang (yang mencegah pengerasan pembuluh arteri), serta bayi yang diberi ASI akan menelan sedikit natrium (yang berkaitan erat dengan tekanan darah) sehingga tidak mengalami penambahan berat badan yang berlebihan.

Tim peneliti yang dipimpin Dr. Lisa Martin, dari Pusat Kedokteran Rumah Sakit Anak Cincinnati di Amerika Serikat, menemukan tingginya kandungan hormon protein yang dikenal sebagai adiponectin di dalam ASI. Kadar Adiponectin yang tinggi di dalam darah berhubungan dengan rendahnya resiko serangan jantung. Kadar adiponectin yang rendah dijumpai pada orang yang memiliki kegemukan dan resiko besar terkena serangan jantung. Mereka juga menemukan keberadaan hormon lain yang disebut leptin di dalam ASI yang memiliki peran utama dalam metabolisme lemak. Leptin dipercayai sebagai molekul penyampai pesan kepada otak bahwa terdapat lemak pada tubuh. Menurut Dr. Martin, hormon-hormon yang didapatkan semasa bayi melalui ASI mengurangi resik kelebihan berat badan, diabetes tipe II dan kekebalan terhadap insulin, dan penyakit pada pembuluh nadi utama jantung.
Fakta tentang "Makanan Paling Segar" (ASI)

Full hygiene may not be established in water or foodstuffs other than mother’s milk.

Kandungan ASI berubah guna memenuhi kebutuhan yang sangat khusus sesuai dengan tahap pertumbuhannya. ASI  selalu sedia setiap saat dan berada pada suhu yang paling sesuai, memainkan peran utama dalam perkembangan otak karena gula dan lemak yang dikandungnya. Di samping itu, kalsium yang dikandungnya berperan dalam perkembangan tulang bayi.

Meskipun disebut sebagai susu, cairan ajaib ini sebenarnya sebagian besarnya tersusun atas air. Selain makanan, bayi juga membutuhkan cairan dalam bentuk air. Namun ASI – sedikitnya 90% adalah air, memenuhi kebutuhan bayi akan air dengan cara yang paling bersih dan sehat.

ASI dan Kecerdasan

Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa perkembangan kemampuan otak pada bayi yang diberi ASI lebih baik daripada bayi lain. Penelitian pembandingan terhadap bayi yang diberi ASI dengan bayi yang diberi susu buatan pabrik oleh James W. Anderson – seorang ahli dari Universitas Kentucky – membuktikan bahwa IQ (tingkat kecerdasan) bayi yang diberi ASI lebih tinggi 5 angka daripada bayi lainnya. Berdasarkan hasil penelitian ini ditetapkan bahwa ASI yang diberikan hingga 6 bulan bermanfaat bagi kecerdasan bayi, dan anak yang disusui kurang dari 8 minggu tidak memberikan manfaat pada IQ.

Apakah ASI Dapat Memerangi Kanker?

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, terbukti bahwa ASI, yang dibahas dalam ratusan tulisan yang telah terbit, melindungi bayi terhadap kanker. Hal ini telah diketahui, walaupun secara fakta mekanismenya belum sepenuhnya dipahami. Ketika sebuah protein ASI membunuh sel-sel tumor yang telah ditumbuhkan di dalam laboratorium tanpa merusak sel yang sehat mana pun. Catharina Svanborg, Profesor imunologi klinis di Universitas Lund, Swedia, menemukan rahasia mengagumkan ASI ini. Kelompok yang berpusat di Universitas Lund ini menjelaskan bahwa kemampuan ASI dalam memberikan perlindungan melawan beragam jenis kanker sebagai penemuan yang ajaib. 

Awalnya, para peneliti memberi perlakuan pada sel-sel selaput lendir usus yang diambil dari bayi yang baru lahir dengan ASI. Mereka mengamati bahwa gangguan yang disebabkan oleh bakteri Pneumococcus dan dikenal sebagai pneumonia berhasil dengan mudah dihentikan oleh ASI. Terlebih lagi, bayi yang diberi ASI mengalami jauh lebih sedikit gangguan pendengaran dibandingkan bayi yang diberi susu formula, dan menderita jauh lebih sedikit infeksi saluran pernapasan. Pasca serangkaian penelitian, diperlihatkan bahwa ASI juga memberikan perlindungan melawan kanker. Setelah menunjukkan bahwa penyakit kanker getah bening yang teramati pada masa kanak-kanak ternyata sembilan kali lebih sering menjangkiti anak-anak yang diberi susu formula, mereka menyadari bahwa hasil yang sama berlaku pula untuk jenis-jenis kanker lainnya. Menurut hasil penelitian tersebut, ASI secara tepat menemukan keberadaan sel-sel kanker dan kemudian membunuhnya. Adalah zat yang disebut alpha-lac (alphalactalbumin), yang terdapat dalam jumlah besar di dalam ASI, yang mengenali keberadaan se-sel kanker dan membunuhnya. Alpha-lac dihasilkan oleh sebuah protein yang membantu pembuatan gula laktosa di dalam susu. 

ASI, Berkah Tiada Tara

Ciri menakjubkan lain dari ASI adalah fakta bahwa ASI sangat bermanfaat bagi bayi apabila disusui selama dua tahun. Pengetahuan penting ini, hanya baru ditemukan oleh ilmu pengetahuan dan diprogramkan oleh pemerintah, akan tetapi Allah telah mewahyukan empat belas abad silam di dalam ayat-Nya : ”Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan..." (QS, Al Baqarah, 2:233)

Sang ibu bukanlah yang memutuskan untuk membuat ASI, sumber zat makanan terbaik bagi bayi yang lemah. Sang ibu bukan pula yang menentukan kadar gizi yang dikandung ASI. Allah Yang Mahakuasa-lah, yang mengetahui kebutuhan setiap makhluk hidup dan memperlihatkan kasih sayang kepadanya, yang menciptakan ASI untuk bayi di dalam tubuh sang ibu. Maka nikmat mana lagi yang kamu dustakan?
Dan bersiaplah untuk berkata : “sejak dulu beginilah Islam, manfaatnya tiada akhir..!”

Sehat Dengan Memaafkan



Mema’afkan merupakan salah satu sifat mulia yang dianjurkan dalam Al Qur’an namun kadang sulit untuk diterapkan.




Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh. (QS. Al Qur’an, 7:199)
"...dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. An Nuur, 24:22)
Mereka yang tidak mengikuti ajaran mulia Al Qur'an akan merasa sulit memaafkan orang lain. Sebab, mereka akan mudah marah terhadap kesalahan yang diperbuat orang lain. Padahal dengan mema’afkan itu lebih baik.
... dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. At Taghaabun, 64:14)
Pemahaman seorang muslim tentang sikap memaafkan sangatlah berbeda dari mereka yang tidak menjalani hidup sesuai ajaran Al Qur'an. Meskipun banyak orang berkata mereka telah memaafkan, namun perlu waktu lama untuk membebaskan diri dari rasa benci dan marah dalam hati mereka. 
Menurut penelitian terakhir, para ilmuwan Amerika membuktikan bahwa mereka yang mampu memaafkan adalah lebih sehat baik jiwa maupun raga. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang belajar memaafkan merasa lebih baik, tidak hanya secara batiniyah namun juga jasmaniyah. Sebagai contoh, telah dibuktikan bahwa berdasarkan penelitian, gejala kejiwaan dan tubuh seperti sakit punggung akibat stress (tekanan jiwa), susah tidur dan sakit perut sangatlah berkurang.
Dalam bukunya, Forgive for Good (Maafkanlah demi Kebaikan), Dr. Frederic Luskin menjelaskan sifat pemaaf sebagai resep yang telah terbukti bagi kesehatan dan kebahagiaan. Buku tersebut memaparkan bagaimana sifat pemaaf memicu terciptanya keadaan baik dalam pikiran seperti harapan, kesabaran dan percaya diri dengan mengurangi kemarahan, penderitaan, lemah semangat dan stres. Menurut Dr. Luskin, kemarahan yang dipelihara menyebabkan dampak ragawi yang dapat teramati pada diri seseorang. Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa:
Permasalahan tentang kemarahan jangka panjang atau yang tak berkesudahan adalah kita telah melihatnya menyetel ulang sistem pengatur suhu di dalam tubuh. Ketika Anda terbiasa dengan kemarahan tingkat rendah sepanjang waktu, Anda tidak menyadari seperti apa normal itu. Hal tersebut menyebabkan semacam aliran adrenalin yang membuat orang terbiasa. Hal itu membakar tubuh dan menjadikannya sulit berpikir jernih – memperburuk keadaan.
Sebuah tulisan berjudul "Forgiveness" (Memaafkan), yang diterbitkan Healing Current Magazine (Majalah Penyembuhan Masa Kini) edisi bulan September-Oktober 1996, menyebutkan bahwa kemarahan terhadap seseorang atau suatu peristiwa menimbulkan emosi negatif dalam diri orang, dan merusak keseimbangan emosional bahkan kesehatan jasmani mereka. Artikel tersebut juga menyebutkan bahwa orang menyadari setelah beberapa saat bahwa kemarahan itu mengganggu mereka, dan kemudian berkeinginan memperbaiki kerusakan hubungan. Jadi, mereka mengambil langkah-langkah untuk memaafkan. Disebutkan pula bahwa, meskipun mereka tahan dengan segala hal itu, orang tidak ingin menghabiskan waktu berharga dari hidup mereka dalam kemarahan dan kegelisahan, dan lebih suka memaafkan diri mereka sendiri dan orang lain.
Semua penelitian yang ada menunjukkan bahwa kemarahan adalah sebuah keadaan pikiran yang sangat merusak kesehatan manusia. Memaafkan, di sisi lain, meskipun terasa berat, terasa membahagiakan, satu bagian dari akhlak terpuji, yang menghilangkan segala dampak merusak dari kemarahan, dan membantu orang tersebut menikmati hidup yang sehat, baik secara lahir maupun batin. Namun, tujuan sebenarnya dari memaafkan –sebagaimana segala sesuatu lainnya – haruslah untuk mendapatkan ridha Allah. Kenyataan bahwa akhlak seperti ini, dan manfaatnya telah dibuktikan secara ilmiah, telah dinyatakan dalam banyak ayat Al Qur’an, adalah satu saja dari banyak sumber kearifan yang dikandungnya.